Permintaan minyak global saat ini diperkirakan akan terlihat mengalami penurunan kuartalan pertama dalam lebih dari sedekade, ungkap International Energy Agency (IEA), karena virus korona dan meluasnya penutupan ekonomi Tiongkok yang dapat menurunkan permintaan untuk minyak mentah.

Permintaan saat ini diperkirakan akan turun 435.000 barel per hari di kuartal pertama 2020, turun dari periode yang sama dari setahun yang lalu, dan menandai untuk kontraksi kuartalan pertama dalam lebih dari 10 tahun, ungkap IEA dalan laporan bulanan mereka pada hari Kamis.

Ekspektasi penurunan dalam permintaan telah mendorong IEA untuk mengurangi perkiraan pertumbuhan tahun 2020 sebesar 365.000 hingga 825.000 barel per hari, itu menjadi yang terendah sejak tahun 2011. Konsumsi yang lebih rendah dari perkiraan di negara-negara OECD memangkas pertumbuhan di tahun 2019 menjadi 885.000 barel per hari ungkap lembaga tersebut.

Perkiraan penurunan dalam permintaan datang karena virus Korona, yang telah menginfeksi lebih dari 59.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 1.300 orang, masih menjadi beban untuk sentimen pasar global dan aktivitas ekonomi Tiongkok dengan pabrik-pabrik dan pengusaha menutup dan dibatasinya perjalanan bagi dari dan ke Tiongkok dan dalam negeri.

Dalam merespon berita ini, harga minyak turun ke level $50.71 per barel pada sesi perdagangan Eropa hari Kamis.
(fsyl)



Source link