Harga minyak bergerak naik di sesi perdagangan Asia hari Rabu (12/2) ke level $50.60 per barel (hingga pukul 9:56 WIB) di tengah sinyal awal bahwa kasus virus korona melambat di Tiongkok, meredakan kekhawatiran terhadap dampak permintaan dari wabah di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Berdasarkan data hingga hari Senin, tingkat pertumbuhan kasus virus Korona baru di Tiongkok telah melambat ke level terendah sejak 31 Januari.

Larangan berpegian ke dan dari Tiongkok dan pergerakan barang-barang di dalam negeri telah memangkas penggunaan bahan bakar. Dua kilang terbesar di Tiongkok telah melaporkan bahwa mereka mengurangi pemrosesan sekitar 940.000 barel per hari karena penurunan konsumsi, atau sekitar 7% dari proses pengolahan mereka di tahun 2019.

Penasihat medis senior Tiongkok pada hari Selasa mengatakan bahwa wabah Korona mungkin akan berakhir di bulan April.

Semalam, American Petroleum Institute melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS naik 6 juta barel dalam pekan hingga 7 Februari menjadi 438.9 juta barel, lebih tinggi dari ekspektasi analisis untuk kenaikan 3 juta barel.

Sementara itu Energy Information Administration (EIA) semalam memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun ini sebesar 310.000 barel per hari karena menyebarnya virus telah menurunkan konsumsi minyak di Tiongkok, negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia.
(fsyl)



Source link